Tahukah Kalian Uang Kita Diapakan Saat di Bank?
1. Tabunganmu Melanglang Buana Tanpamu
Kamu punya tabungan di bank?
Iya
Maka kamu harus tahu uangmu diapakan saja oleh bank.
Tidak
Beneran? Tapi kalaupun kamu belum punya rekening di bank, orang terdekatmu pasti punya.
Pertanyaannya: pernahkah kamu mikir, uang itu dipakai untuk apa?
2. Bagaimana Bank Memutar Uang Kita
Long story short, uang yang kamu titipkan itu ikut menggerakkan ekonomi.
Apakah ke hal yang membangun atau justru merusak?
Bank tidak menyimpan uang begitu saja. Dana dari nasabah dipinjamkan ke rumah tangga, usaha kecil, sampai perusahaan besar. Dari situlah bank dapat keuntungan.
Sumber: Presentasi Energy Shift, 2025
3. Uang Kita Ikut Menghidupkan Batu Bara
Antara 2021–2024, bank-bank di Indonesia menyalurkan 7,2 miliar dolar Amerika (sekitar Rp118 triliun) ke perusahaan batu bara.
Jelas bukan angka yang kecil. Adding insult to injury, dana sebesar itu bahkan lebih besar dari gabungan anggaran kesehatan beberapa provinsi.
4. Kenapa Batu Bara Jadi Masalah Serius
Menurut laporan Global Electricity Review (Ember, 2025), batu bara adalah sumber listrik utama di Indonesia (66% tahun 2024), angka ini menjadikannya sebagai penyumbang polusi terbesar.
Bahkan di tahun 2022, polusi dari PLTU di Indonesia terindikasi menyebabkan 10.500 kematian dini.
Artinya, uang yang kamu titipkan di bank bisa ikut membiayai pembangkit listrik tenaga uap yang bikin udara kotor, sakit pernapasan, bahkan kematian dini.
5. Produksi Batu Bara Indonesia: Pisau Bermata Dua
Tahun 2024, produksi batu bara Indonesia mencapai 836 juta ton (rekor tertinggi). Tapi realisasi ekspornya anjlok. Kuartal I 2025 jadi yang terendah sepanjang sejarah, karena China mengurangi impor hingga 100 juta ton.
Produksi batu bara Indonesia terus meroket, sementara pasarnya berarah sebaliknya. Kayak bikin banyak barang tapi sepi pembeli.
6. Pemerintah Malah Menambah PLTU
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034 menargetkan penambahan PLTU baru yang mampu menghasilkan 6,3 gigawatt. Selain itu, ada pula 11 gigawatt PLTU captive untuk industri, selesai sebelum 2026.
Alih-alih berhenti, pemerintah kita justru mau nambah PLTU. Sedangkan PLTU justru ditutup di negara-negara lain.
Di Mana Saja PLTU Baru Ini Tersebar?
Legends:
: Dalam tahap konstruksi
: Sudah diumumkan
Sumber:
Global Energy Monitor (2025)
7. Mengapa Investasi ke PLTU Itu Berisiko
Bank Dunia memproyeksikan harga batu bara turun 27% di 2025 dan 5% di 2026. Lembaga Penelitian Perbankan Indonesia (LPPI) menyebutkan bahwa sektor batu bara akan makin berisiko jika harga jatuh.
Melihat perkembangan global seperti ini, nggak heran jika nanti akan dibuat tepuk PLTU.
Coba tebak, apa alasan kenapa bank sebaiknya berhenti investasi di PLTU?
Risiko
rugi
Pasar batu bara
turun
Ditinggalkan
investor
Semua
benar
8. News Flash: Dunia Sedang Beralih ke Energi Bersih
90% pertumbuhan kapasitas listrik global tahun 2024 berasal dari energi terbarukan (tenaga surya & angin). Hyundai menghentikan kerja sama dengan Adaro karena aluminiumnya masih memakai listrik dari PLTU.
Saat dunia sedang merayakan energi bersih. Kita masih terjebak di energi kotor.
9. Dampaknya: Udara yang Kita Hirup
PLTU menghasilkan gas berbahaya (CO₂, SO₂, NOₓ) yang bikin asma, kanker paru, hingga hujan asam.
Langit yang abu-abu dan sesak napas yang semakin sering mengganggu itu sedikit banyak karena polusi dari PLTU.
10. Dampaknya: Yang Tubuh Kita Rasakan
Kematian dini akibat PLTU di Indonesia: 10.500 orang pada 2022. Anak-anak dan lansia paling rentan.
Polusi tidak pilih-pilih korban. Dari anak-anak sampai orang tua, semua bisa terdampak.
11. Suara dari Masyarakat Sekitar PLTU
80% warga sekitar PLTU tidak tahu soal rencana transisi energi.
85% tidak bekerja di PLTU, tapi mereka menanggung polusi.
Warga yang tinggal di sekitar PLTU kerap tidak diajak bicara, padahal mereka yang paling merasakan.
12. Risiko Bagi Bank Itu Sendiri
Beberapa bank menyalurkan 4 kali lebih banyak dana ke batu bara dibanding ke energi terbarukan. Investor asing sudah keluar dari investasi batu bara.
Yang jarang dipikirkan adalah bahwa investasi ini juga tak sehat buat bank. Mereka berpotensi merugi dan bisa juga ditinggalkan investor.
13. Janji Hijau, Kenyataan Muram
Semua bank besar mengklaim punya kebijakan lingkungan. Tapi tidak ada yang benar-benar melarang investasi ke batu bara.
ESG (Environmental, Social, and Governance) bank cuma jadi poster manis. Faktanya, mereka tetap mendanai PLTU.
ESG
Promise
Reality
14. Pemerintah Pun Kontradiktif
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengklasifikasikan PLTU tanpa teknologi emisi sebagai kegiatan yang merusak. Tapi Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) masih memasukkan penambahan PLTU baru.
Lucu, kan? Satu sisi pemerintah bilang batu bara berbahaya, sisi lain masih mau menambah PLTU.
15. Bagaimana Jika Dana Dialihkan?
Dana 5,6 miliar dolar Amerika yang sekarang ke batu bara bisa dipakai untuk membiayai 19 proyek energi terbarukan (setara proyek transisi besar JETP).
Bayangkan sekolah pakai panel surya, rumah sakit hemat listrik, desa terpencil punya cahaya. Semua bisa kalau uang bank dialihkan.
16. Dunia Pun Memberi Tekanan
Bank besar dunia seperti JPMorgan, Citi, dan Wells Fargo sudah mengurangi pembiayaan batu bara. Indonesia dianggap “tertinggal” kalau masih terus biayai batu bara.
Kalau gini-gini aja sama batu bara, kita akan semakin ketinggalan di panggung dunia.
17. Kenapa Kamu Harus Peduli
Lihat sekitarmu:
Iklim jelas memengaruhi keseharianmu. Dari udara yang kamu hirup, laut yang kamu warisi, sampai masa depan anak-anakmu.
18. Generasi Muda Sudah Bersikap
75%
Anak muda Indonesia
menyebut diri progresif.
45%
Aktif dalam aktivisme,
termasuk isu iklim.
Generasi muda sudah teriak. Pertanyaannya: apakah bank dan pemerintah Indonesia mau mendengar?
19. Solusi yang Bisa Dijalankan
Bank:
Buat aturan tegas berhenti membiayai PLTU.
Pemerintah:
Pastikan RUPTL sejalan dengan target energi bersih.
Publik:
Memilih menyimpan uang di bank yang berkomitmen demi lingkungan.
Dan, kita harus ingat bahwa kita juga merupakan stakeholder yang punya peran besar untuk perubahan kebijakan, apalagi kalau kita melakukannya bersama-sama.
20. Pilihan Ada di Tanganmu